Workshop Advokasi Diri, Resolusi Konflik, dan Pelatihan Relawan PsLD UNY 2025

Pusat Layanan Disabilitas (PsLD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan bertajuk “Workshop Advokasi Diri dan Resolusi Konflik serta Pelatihan Relawan PsLD UNY” pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara ini berlangsung di Ballroom UNY Hotel, Jalan Colombo, Karang Malang, Sleman, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini digagas oleh Prof. Ishartiwi, M.Pd., salah satu dosen UNY yang konsisten mendorong penguatan layanan pendidikan inklusif di UNY. Beliau juga memimpin langsung proses penyusunan modul pembelajaran dan pelayanan mahasiswa disabilitas, yang menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa disabilitas, relawan PsLD, dosen, serta tenaga kependidikan UNY. Seluruh rangkaian acara berlangsung secara paralel di beberapa ruangan hotel, dengan atmosfer interaktif dan penuh semangat kolaboratif. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas seluruh elemen kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang setara, empatik, dan inklusif bagi semua mahasiswa tanpa terkecuali.

Sebelum pelaksanaan workshop, tim PsLD UNY juga melakukan identifikasi kompetensi nondegree serta penyusunan instrumen mutu pembelajaran inklusif sebagai langkah awal dalam memastikan kegiatan berjalan efektif dan berbasis kebutuhan nyata. Identifikasi kompetensi nondegree dilakukan untuk memetakan kemampuan dan kebutuhan pengembangan diri mahasiswa disabilitas di luar ranah akademik formal, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan advokasi diri. Sementara itu, penyusunan instrumen mutu pembelajaran inklusif difokuskan pada pengembangan alat ukur yang dapat membantu dosen dan tenaga kependidikan menilai sejauh mana praktik pembelajaran yang diterapkan telah memenuhi prinsip aksesibilitas, partisipasi, dan kesetaraan di lingkungan kampus.

Terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus kegiatan, yakni pertama Workshop Advokasi Diri, kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa disabilitas UNY. Sesi ini menghadirkan Ibu Pujianingsih, Ed.D., yang menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa disabilitas dalam mengomunikasikan kebutuhan, mengambil keputusan, dan memperjuangkan hak-hak akademik mereka secara mandiri. Menurut beliau, advokasi diri merupakan langkah awal menuju kemandirian dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

Kedua Workshop Resolusi Konflik, diisi oleh Ibu Nur Azizah, Ph.D., yang memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana menghadapi konflik secara konstruktif di lingkungan kampus. Beliau menegaskan bahwa kemampuan mendengarkan dan memahami perspektif orang lain merupakan kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai antar individu.

Ketiga Pelatihan Relawan PsLD UNY, menghadirkan Bapak Rendy Roos Handoyo, M.Pd. dan Khairil Mursyidin, S.Pd. sebagai fasilitator. Dalam pelatihan ini, para relawan dibekali dengan keterampilan komunikasi empatik, pengetahuan dasar etika pendampingan, serta nilai-nilai inklusivitas yang harus dijunjung tinggi ketika memberikan layanan bagi mahasiswa disabilitas.

Selain memperkuat kapasitas individu, kegiatan ini juga menandai langkah nyata PsLD UNY dalam mengembangkan sistem pendukung pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Penyusunan modul pembelajaran dan pelayanan mahasiswa disabilitas yang dipimpin langsung oleh Prof. Ishartiwi, menjadi wujud komitmen UNY untuk memastikan setiap dosen dan tenaga kependidikan memiliki panduan yang konkret dan aplikatif dalam mewujudkan pembelajaran ramah disabilitas.

Melalui kegiatan ini, PsLD UNY terus menegaskan perannya sebagai pusat penggerak inklusivitas di lingkungan kampus. Kolaborasi antara mahasiswa, relawan, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dapat melahirkan perubahan nyata menuju universitas yang lebih humanis, setara, dan inklusif bagi semua.